D’LAS SERANG PURBALINGGA TEMBUS 25 BESAR DESA WISATA UNGGULAN RAMAH MUSLIM TERBAIK INDONESIA 2026

Jateng News

PURBALINGGA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Desa Wisata Lembah Asri Serang (D’LAS Serang), Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. D’LAS Serang berhasil terpilih menjadi salah satu dari 25 Desa Wisata Unggulan terbaik di Indonesia tahun 2026 setelah melalui proses kurasi dalam Program Penguatan Pariwisata Ramah Muslim.

Desa Wisata Lembah Asri (D’LAS) Serang menjadi salah satu dari lima desa wisata yang mewakili Provinsi Jawa Tengah, bersama Desa Wisata Kandri, Kota Semarang; Desa Wisata Lerep, Kabupaten Semarang; Desa Wisata Pekunden, Kabupaten Banyumas; dan Desa Wisata Kemuning, Kabupaten Karanganyar.

Kelima desa wisata tersebut bergabung dengan desa-desa wisata terpilih dari lima provinsi yang menjadi peserta program, yaitu Jawa Barat, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Aceh, dan Jawa Tengah. . Kelima provinsi merupakan wilayah dengan capaian terbaik dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025. Dalam surat resmi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia disebutkan bahwa desa wisata peserta telah melalui proses kurasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia bersama tim kurator dengan mengacu pada kriteria dan indikator penilaian yang telah ditetapkan. Dimana diawal terdiri dari 63 desa wisata potensial nasional yang diambil dari 6.262 desa wisat kemudian dikurasi menjadi hanya 25 desa wisata unggulan nasional yang berpotensial menuju desa wisata ramah muslim nasional.

Sebagai tindak lanjut hasil kurasi tersebut, para pengelola desa wisata terpilih mengikuti Bootcamp Peningkatan Kapasitas Desa Wisata Unggulan Ramah Muslim 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dalam sinergi pengembangan pariwisata ramah muslim bersama Bank Indonesia. Kegiatan dilaksanakan pada 5–7 Agustus 2026 di Hotel Pullman, Kota Bandung.

Dalam kegiatan nasional tersebut, D’LAS Serang Purbalingga diwakili oleh Novanda Alim Setya Nugraha, S.S., M.Hum., C.Ps., C.Mtr., selaku Kepala Divisi Pengembangan IT dan Digitalisasi D’LAS Serang, bersama Rifqi Aqil Almasyah, karyawan D’LAS Serang Purbalingga.

Tidak sekadar menjadi peserta, perwakilan D’LAS Serang juga menorehkan prestasi dalam proses pembelajaran bootcamp. Novanda Alim Setya Nugraha berhasil meraih nilai post-test tertinggi di antara 50 peserta yang berasal dari desa-desa wisata unggulan ramah muslim terpilih di Indonesia.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keseriusan D’LAS Serang dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus mengembangkan destinasi menuju leading tourism village berbasis pariwisata ramah muslim.

Komitmen D’LAS Serang terhadap pengembangan ekosistem wisata ramah muslim juga mulai diwujudkan melalui penguatan berbagai layanan pendukung di kawasan Desa Wisata Serang. Saat ini terdapat sekitar 26 homestay atau penginapan syariah di kawasan Desa Wisata Serang yang dapat menjadi salah satu kekuatan utama dalam memberikan pilihan akomodasi yang nyaman bagi wisatawan muslim.

Tidak hanya pada aspek akomodasi, penguatan juga dilakukan pada sektor kuliner. Sebanyak 91 tenant makanan dan minuman di dalam kawasan wisata D’LAS Serang telah berproses untuk didaftarkan dalam program sertifikasi halal. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan wisatawan sekaligus meningkatkan standar pelayanan destinasi.

Pengembangan pariwisata ramah muslim pada prinsipnya tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan halal, tetapi juga bagaimana sebuah destinasi mampu memberikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, inklusif, dan memenuhi kebutuhan dasar wisatawan muslim, mulai dari fasilitas ibadah, kebersihan, akomodasi, pelayanan, hingga informasi yang mudah diakses.

Terpilihnya D’LAS Serang sebagai bagian dari 25 Desa Wisata Unggulan Ramah Muslim Indonesia 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pengelola wisata, pemerintah desa, masyarakat, pelaku UMKM, pengelola homestay, tenant kuliner, pemerintah daerah, akademisi, komunitas, serta berbagai mitra strategis lainnya.

Ke depan, D’LAS Serang diharapkan tidak berhenti pada pencapaian sebagai desa terpilih, tetapi mampu mengimplementasikan hasil bootcamp dalam pengelolaan destinasi secara nyata dan berkelanjutan. Penguatan sertifikasi halal produk UMKM, standardisasi layanan homestay syariah, peningkatan kualitas fasilitas ibadah, pengembangan paket wisata ramah muslim, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga optimalisasi digitalisasi destinasi menjadi sejumlah langkah strategis yang dapat terus dikembangkan.

Capaian ini juga semakin mengukuhkan posisi Desa Wisata Lembah Asri Serang (D’LAS Serang) Purbalinggasebagai salah satu destinasi unggulan Jawa Tengah yang terus bertransformasi dan berinovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan wisata.

Dengan kekuatan alam Desa Serang, keberagaman atraksi wisata, dukungan masyarakat, pengembangan homestay syariah, serta komitmen terhadap sertifikasi halal produk makanan dan minuman, D’LAS Serang memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu destinasi desa wisata ramah muslim unggulan di tingkat nasional.

Dari Serang untuk Indonesia, D’LAS terus bergerak menuju desa wisata yang unggul, inklusif, berdaya saing, dan ramah bagi wisatawan muslim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *