PEMALANG – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026).
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya operasi tangkap tangan tersebut. Namun, KPK belum mengungkap perkara yang menjadi dasar penindakan maupun pihak-pihak yang turut diamankan dalam operasi tersebut.
KPK menyatakan informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses pemeriksaan awal terhadap pihak-pihak yang diamankan selesai dilakukan.
Anom Widiyantoro merupakan Bupati Pemalang periode 2025-2030. Ia terpilih dalam Pilkada Pemalang 2024 bersama Wakil Bupati Nurkholes dan resmi dilantik pada 20 Februari 2025.
Sebelum terjun ke dunia politik, Anom dikenal sebagai profesional yang memiliki pengalaman panjang di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA.
Profil Anom Widiyantoro
Anom Widiyantoro lahir di Cimahi, Jawa Barat, pada 20 Maret 1970. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro pada 1996.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Padjadjaran dan menyelesaikannya pada 2005.
Karier profesional Anom dimulai di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk pada 1996. Selama hampir 25 tahun berkarier di perusahaan tersebut, ia pernah menduduki sejumlah posisi, mulai dari staf ahli, internal auditor, kepala seksi, manajer keuangan dan personalia, hingga manajer keuangan dan operasi departemen luar negeri.
Kariernya kemudian berlanjut hingga dipercaya menjabat sebagai general manager dan Direktur PT Wijaya Karya Realty.
Pada 2021-2024, Anom melanjutkan kariernya di anak usaha WIKA, PT Hotel Indonesia Property. Ia menjabat sebagai Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko.
Anom kemudian mengundurkan diri dari jabatannya di lingkungan WIKA untuk maju dalam Pilkada Pemalang 2024. Ia berpasangan dengan Nurkholes, pensiunan aparatur sipil negara (ASN).
Pasangan tersebut memperoleh dukungan dari sejumlah partai politik, di antaranya Partai Golkar, PSI, Partai Gelora, Partai Perindo, Partai Hanura, dan Partai Buruh.
Dalam Pilkada Pemalang 2024, pasangan Anom Widiyantoro-Nurkholes meraih 278.043 suara atau 44,51 persen dari total suara sah.
Selama menjabat sebagai kepala daerah, Anom sempat mendorong sejumlah program pembangunan di Kabupaten Pemalang. Salah satunya terkait percepatan penanganan tuberkulosis (TBC).
Pemerintah Kabupaten Pemalang menargetkan penemuan dan penanganan sekitar 23 ribu kasus TBC sepanjang 2025 sebagai bagian dari upaya penguatan layanan kesehatan masyarakat.
Harta Kekayaan Anom Widiyantoro
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik tahun 2025 yang disampaikan pada 26 Maret 2026, Anom Widiyantoro tercatat memiliki total harta kekayaan bersih sebesar Rp21.315.743.177.
Jumlah tersebut berasal dari total aset sebesar sekitar Rp22,56 miliar setelah dikurangi utang sebesar Rp1,24 miliar.
Adapun rincian harta kekayaan Anom Widiyantoro berdasarkan LHKPN tersebut terdiri atas:
Tanah dan bangunan: Rp12.297.000.000
Alat transportasi dan mesin: Rp1.109.000.000
Harta bergerak lainnya: Rp440.000.000
Surat berharga: Rp902.213.515
Kas dan setara kas: Rp782.210.410
Harta lainnya: Rp7.030.774.809
Utang: Rp1.245.455.557
Dengan adanya OTT tersebut, publik kini menunggu penjelasan resmi KPK mengenai perkara yang menjadi dasar penindakan terhadap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.
Sumber: Data harta kekayaan: LHKPN KPK
